Kamis, 13 Agustus 2015


          Menjadi orang yang berilmu memang membutuhkan kepayahan.Karena ilmu sangatlah penting bagi kehidupan kita.Di antara kisah yang perlu kita cermati adalah kisah Nabi Musa yang belajar kepada Khidhir, manusia biasa yang derajatnya di bawah Nabi Musa. Latar belakang yang membuat Musa belajar lagi, sekalipun beliau adalah seorang Nabi adalah ketika ada salah seorang dari kaumnya yang bertanya ketika beliau sedang berkhutbah, siapakah manusia yang paling berilmu ? Lalu  Nabi menjawab,  saya. Kemudian Allah menegurnya karena tidak mengembalikan ilmunya kepada-Nya, dan mewahyukan kepada Nabi Musa bahwa di tempat pertemuan dua lautan adalah seorang hamba shalih yang lebih berilmu dari pada Nabi Musa. Akhirnya, Nabi Musa bersama pembantunya  pergi mengarungi lautan, hanya untuk menambah ilmu yang tidak diketahuinya, sekalipun pada saat itu, posisi beliau sudah menjadi Nabi, dan termasuk Rasul ulul azmi.Sekelas Nabi pun mau bersusah payah untuk mendapatkan ilmu apalagi kita yang hanya manusia biasa. Karenanya  jadilah seorang pembelajar terus menerus.
          Manusia butuh yang namanya kekuatan , kekuatan ilmiah dan kekuatan amaliah . Pernah terdengar amal tanpa ilmu adalah sesat dan ilmu tidak ada amal akan menimbulkan kemudhoratan , Karenanya ilmu dan amal salinglah berkaitan. 
          Seorang muslim wajib menuntut ilmu . Sampai  Imam Ahmad bin Hamdal berkata , manusia itu sangat berhajat melebihi makan dan minum, Sedangkan hajat ilmu seperti bilangan nafasmu. Artinya kita butuh ilmu melebihi makan dan minum. Secara tak sadar bahwa kehidupan kita  didasari dengan  ilmu seperti shalat,berdzikir yang sering kita lakukan, hal-hal itu merupakan yang disukai Allah. Kita tidak akan melakukan hal itu jika kita tidak tau manfaatnya untuk kita. Karenanya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menuntut ilmu.
          Surat Ali Imran :18  merupakan ayat yang menjelaskan keutamaan Ilmu bahwa Allah telah menjelaskan bahwa tiada Tuhan selain Dia. Demikianpun malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan,tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad pun dijelaskan keutamaan orang yang menuntut ilmu yatu Barang siapa berjalan dalam rangka menuntut ilmu akan diberi kemudahan ke Surga serta Allah membanggakan didepan malikat kepada orang yang menuntut ilmu
          Dalam agama hukum  wajib menuntut ilmu bagi setiap muslim ini dibagi menjadi dua. Yang pertama Fardhu ‘ain, menuntut ilmu hukumnya menjadi fardhu ‘ain bagi setiap muslim, jika menjadi prasyarat untuk mengetahui sebuah ketauhidan, ibadah atau mu’amalah yang hendak dikerjakan. Dalam kondisi seperti ini, wajib baginya untuk mengetahui bagaimana caranya ibadah kepada Allah dan cara bermu’amalah. Fardhu kifayah, thalabul ilmi pada asalnya hukumnya fardhu kifayah. Jika sudah ada sebagian orang yang mengerjakan maka bagi yang lain hukummnya sunnah. Hal-hal ini berkaitan dengan thalabul ilmi yang tidak termasuk dalam fardhu ‘ain di atas hukumnya adalah fardhu kifayah.  Perlu kita ketahui bersama ilmu yang harus kita ketahui adalah yang sifatnya fardhu 'ain. Jadi kita harus bisa memprioritaskan mana yang fardhu'ain dan fardhu kifayah dalam hal memnuntut ilmu. 
          Ilmu menjadi hal yang sangat utama. Contohnya  Nabi Adam AS lebih dimuliakan dibanding malaikat karena ilmu yang dimilikinya. Allah mengajarkan nama-nama benda kepada Nabi Adam sehingga ia bisa menjawab benda-benda yang diperintahkan oleh Allah untuk menyebutnya, sementara malaikat tidak bisa menyebut nama-nama benda itu. Dengan ketinggian ilmu yang dimiliki oleh nabi Adam, Allah menyuruh malaikat untuk memuliakan Nabi Adam dengan bersujud kepadanya. Ini membuktikan bahwa Allah memuliakan orang-orang yang berilmu. Peristiwa ini diabadikan oleh Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 31-35.
          Banyak kisah perjalanan ulama dalam menuntut ilmu . Seperti kitab  yang dihasilkan melalui perjuangan  Ibn Abi Hatim yang tidaklah mudah  yang telah mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengkaji hadist Nabi dengan berbagai keterbatasannya, sampai harus menjual pakaian yang dimiliki  satu persatu setiap hari  hingga tinggal sehelai pakaian yang dikenakan.   Kitab yang bagus itu  diselesaikan dengan perjuangan yang panjang dan dengannya kitab  yang dihasilkan menjadi penting bagi ulama berikutnya.  
          Ciri para penuntut ilmu adalah saling menyayangi dan mencintai sesama muslim karena buah dari ilmu adalah kasih sayang. Dan yang tidak kalah penting kita harus mau belajar dari siapapun . Jangan lihat siapa yang berbicara namun lihatlah apa yang dibicarakan.
          Ketika zaman dahulu dengan segala keterbatasannya mampu menciptakan karya-karya yang hebat,seharusnya  kita lebih mampu menciptakan karya-karya yang jauh lebih hebat dengan berbagai kemudahan pada zaman ini. Mudah-mudahan dengan mengetahui materi ini dapat memotifasi kita untuk terus menjadi seorang pembelajar yang hebat.

12/08/15




0 komentar:

Posting Komentar